#PandemicReview - The Batman (2022) Penantian Panjang Yang Terbayar Lunas! Lebih Gelap, Visioner, Dan Genius!
Sutradara: Matt Reeves
Pemeran: Robert Pattinson, Zoë Kravitz, Jeffrey Wright, Paul Dano, Colin Farrell, John Turturro, Andy Serkis, Peter Sarsgaard, Jayme Lawson, Rupert Penry-Jones
Penulis: Matt Reeves, Peter Craig
Produser: Matt Reeves, Dylan Clark
Sinematografi: Greig Fraser
Editor: William Hoy, Tyler Nelson
Musik: Michael Giacchino
IMDb: 8,7/10
Metascore: 73
Rotten Tomatoes: 85%
Saya terakhir kali menonton The Dark Knight Rises (2012) pada bulan Januari 2013 silam. Batman era Christian Bale adalah Batman favorit saya. Trilogi The Dark Knight yang diawali Batman Begins (2005), The Dark Knight (2008), dan The Dark Knight Rises (2012) sudah saya tonton dan itu menjadi awal mula kesukaan saya terhadap karakter komik DC yang identik dengan kelelawar ini. Dibesut oleh Christopher Nolan, karakter Batman atau Bruce Wayne (ketika tidak menjadi Batman) berhasil menarik perhatian saya terhadap film-film adaptasi DC Comics (karena saya sejak kecil lebih mengenal Marvel).
Saat saya terakhir kali menonton Justice League (2017) versi Joss Whedon yang kacau dan payah itu, apalagi setelah melihat penampilan Bruce Wayne versi Ben Affleck, saya penasaran akankah ada film Batman lagi di masa mendatang. Film solo Batman tentunya.
Beberapa waktu kemudian, film solo berjudul The Batman diumumkan dan mulai syuting. Saya waktu itu agak pesimis saat mengetahui bahwa pemeran karakter Bruce Wayne ialah Robert Pattinson. Bukan pesimis, mungkin lebih tepatnya sinis.
Saya waktu itu juga menjudge kira-kira seperti ini “Halah! Warner Bros itu bagaimana, sih? Yang dijagokan karakternya itu-itu melulu. Kalau nggak Superman, ya Batman. Kalau nggak Batman, ya Superman. Nanti dibuatin film solo, serial, tapi karakternya itu-itu saja. Nggak kayak Marvel, yang mengeksplorasi bermacam karakter komiknya. Paling ya nasibnya The Batman entar sama kayak Justice League (2017) atau Batman v Superman: Dawn of Justice (2016).”
Setelah komentar sinis saya tersebut, jajaran cast The Batman pun diumumkan bertahap seperti Zoë Kravitz, Jeffrey Wright, Andy Serkis, Colin Farrell, sampai bocah ngenes korban penculikan di Prisoners (2013), Paul Dano.
Sembari saya menjalani kehidupan, tibalah saatnya. The Batman (2022) akhirnya rilis di tanah air. Film yang pernah saya beri komentar sinis itu pun langsung saya tonton.
Setelah film yang berdurasi hampir 3 jam itu selesai, saya berharap komentar sinis itu tidak pernah keluar.
Saya “tertampar” keras karena pernah meremehkan film itu.
The Batman (2022) adalah film yang luar biasa. Penantian fans DC akan film solo Batman mungkin sudah terbayar lunas! Dan tentunya puas!
Di tangan Matt Reeves, Gotham serasa lebih hidup dan membuat saya seperti warga kotanya. Dinamika politik dan penegakan hukum dalam kota Gotham disajikan Reeves dengan baik karena dapat melengkapi dan mengiringi aksi Bruce Wayne bersama polisi sidekick-nya, James Gordon.
Penyajian karakter Bruce Wayne semakin lengkap dengan hadirnya The Riddler, si tukang teka teki dan psikopat yang cerdik. Petualangan Batman dalam memburu The Riddler dibawakan dengan cerdas dan menegangkan. Reeves adalah sutradara yang cukup visioner dalam karyanya ini.
Visual yang dominan gelap dan muram (ala noir) hingga alur cerita yang dirangkai dengan apik, sekaligus plot twist, membuat film ini unik. Film ini menjadi makin autentik setelah diketahui bahwa semesta The Batman (2022) tidak akan diikutcampurkan dengan DC Extended Universe, alias berdiri sendiri.
Robert Pattinson berhasil mengubah kecaman dan komentar negatif soal dirinya yang pertama kali diumumkan bakal memerankan Bruce Wayne, menjadi pujian dan tepuk tangan. Bahkan Robert Pattinson berhasil menghilangkan pesimisme saya yang sempat muncul.
The Batman (2022) sangat direkomendasikan. Film ini berjalan lama, tapi tidak membuat saya mengantuk karena Reeves beserta seluruh jajaran aktor dan aktris dalam film ini berhasil membuat saya tetap terjaga dengan alur ceritanya yang bisa saya sebut sebagai “salah satu mahakarya.”
Film ini bisa dinikmati oleh siapapun. Tanpa harus membaca komik atau melihat film-film pendahulu tentang Batman.
Yang membuat saya merinding, bahkan setelah keluar dari bioskop, adalah kalimat yang diucapkan Batman di film ini:
“I’am the Vengeance.”
note: Setiap orang berbeda, jangan bergantung dengan sebuah review atau kritik, buktikan dengan nonton sendiri!
Terima kasih sudah meluangkan waktu ke situs review orang awam ini, See You Again!


Komentar
Posting Komentar